Langsung ke konten utama

Fiqh Millenial : Permainan Game Online



Permasalahan :

Kondisi di masa sekarang , banyak sekali anak-anak muda yang gemar dengan game online. Mereka bisa memainkannya lewat komputer, laptop ataupun smartphone. Berawal dari kondisi tersebut akhirnya memunculkan banyak problem sosial yang seringkali dialami oleh anak-anak muda. Diantara problem sosial tersebut seperti membuang banyak waktu hanya untuk bermain game online, membuat lupa diri terkait tugas yang harus diselesaikan, melalaikan ibadah, mengalami gangguan kesehatan, mengalami gangguang kejiwaan, terpengaruh unsur pornoaksi maupun pornografi, interaksi yang tidak sehat antara anak dan orang tua,  hingga menyebabkan kecanduan.

Pertanyaan :

Berangkat dari problem sosial yang telah disebutkan diatas, maka bagaimana seharusnya menyikapi game online tersebut ?

Penjelasan :

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, Islam hadir untuk mengayomi dan membimbing setiap jejak kehidupan manusia, mulai dari hal-hal dunia hingga negeri akhirat. Terkait dengan game online maka sebenarnya itu bisa kita sikapi sebagai bagian dari hiburan, dan Islam pada dasarnya tidak melarang ketika ada hiburan yang bersifat permainan, selama itu tidak melanggar aturan agama. Diantara permainan yang ada pada masa Rasulullah Muhammad Shallawlahhu ‘Alahi wa Sallam adalah lomba lari, bergulat, memanah, main anggar, menunggang kuda. Permainan-permainan tersebut dianggap bermanfaat khususnya yang berkaitan dengan aktivitas fisik, dikarenakan bisa menunjang kekuatan dan kemampuan untuk berjihad.

Rasulullah Muhammad Shallawlahhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“ Ketahuilah!, bahwa yang dimaksud “kekuatan” itu ialah memanah- beliau ucapkan kata-kata itu tiga kali “ ( Riwayat Muslim )

“ Kamu harus belajar memanah karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu “ (Riwayat Bazzar dan Thabarani dengan sanad yang baik )

Rasulullah Muhammad Shalllawahhu ‘Alaihi wa Sallam juga pernah bersabda,

“Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda)” (Riwayat Muslim)

Ibnu Umar turut meriwayatkan, “ Sesungguhnya Rasulullah Shallawlahhu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengadakan pacuan kuda dan memberi hadiah kepada pemenangnya “ (Riwayat Ahmad)
Berdasarkan penjelasan diatas,  teranglah bahwa hiburan dan permainan itu sesuatu yang memang diperlukan oleh kaum muslim. Lalu terkait dengan permainan game online sendiri pada dasarnya diperbolehkan karena termasuk hiburan, namun jika didalamnya mengandung unsur-unsur kemaksiatan, kejahatan, dan ternyata membawa dampak buruk terhadap proses hidup sehari-hari serta membuat lupa untuk senantiasa beribadah. Maka sudah seharusnya ditinggalkan, bertobat, dan mencari alternatif lainnya yang bisa menjadi hiburan dan kebaikan.

Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah Shallawlahhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Di antara (ciri) baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya” ( Riwayat Tirmidzi)

Rujukan Kitab :

Halal - Haram , Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi
Hadits Arba’in, Imam An-Nawawi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dunia Para Wali dalam Manuskrip Jawa

              Pada suatu hari   seekor burung elang terbang di atas majelis Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Burung itu berkicau dengan kuatnya sehingga mengganggu hadirin. Syekh Abdul Qodir Al Jailani pun berkata, “ Wahai angin, ambil kepala burung itu..”. Maka burung itu pun terjatuh ke tanah, kepalanya terpisah dari tubuhnya. Setelah peristiwa itu Syekh Abdul Qodir Al Jailani turun dari atas kursinya, lantas mengambil bangkai burung tadi dan mengusap-ngusapnya dengan mengucapkan “bismillahir rahmanir rahim…” . Maka seketika itu burung tersebut hidup kembali.             Berangkat dari untaian kisah diatas maka kita bisa sama-sama mengetahui tentang adanya kejadian-kejadian yang bernuasa spiritual   hingga akar intelektual kita seringkali tak mampu menguliti apa yang sebenarnya terjadi, dan kisah diatas sangatlah berkaitan erat dengan dunia para wal...

Proses Hadirnya Islam dalam Masyarakat Nusantara (03)

Peran Ulama dalam Gerakan Pendidikan Islam                Hadirnya para pedagang muslim di Nusantara ikut banyak memberikan kontribusi terhadap perkembangan dakwah yang ada, perkampungan muslim menjadi banyak terbentuk di berbagai daerah. Selain pedagang, pihak yang turut memberikan dorongan besar terhadap kuatnya gelombang dakwah Islam adalah kalangan Ulama. Karena adanya para Ulama, pendidikan keislaman bisa diselenggarakan sehingga masyarakat mampu memahami secara benar   terkait agama Islam yang penuh rahmat.Tome Pires dalam catatannya menjelaskan bahwa para mullah ikut menyertai para pedagang yang datang ke beberapa pelabuhan di Malaka, Jawa, dan lainnya. Tome Pires juga menyebutkan tentang penguasa-penguasa Jawa di pesisir pantai telah menjadi Muslim. Dia juga mengatakan bahwa disana telah banyak para pedagang    yang berasal dari Persia, Arab, Gujarat, Bengali, Melayu dan kebangsaan lainnya. Mereka berhasi...
Nabi Nuh dalam Al Quran dan Taurat                 Di atas bumi , dengan cakrawala langit dan daratannya yang membentang luas. Nabi Adam As berdiri tegar sebagai nabi pertama sekaligus bapak seluruh manusia , Nabi Adam As mempunyai tekad yang besar untuk terus mendakwahkan Islam kepada keturunannya, dijelaskan dalam hadits dari Abu Dzar Ra, bahwa dirinya bertanya kepada   Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “ Berapa jarak waktu antara Adam dan Nuh ?, Nabi menjawab, Sepuluh generasi..” . Ibnu Abbas Ra juga ikut menyatakan bahwa, “Antara Adam dan Nuh terpaut sepuluh generasi. Mereka semua berpegang teguh pada Islam..”. Nabi-nabi yang datang selalu mewasiatkan kepada para penerusnya untuk selalu beriman dan bertauhid kepada Allah ‘Azza wa Jalla.                 Seiring waktu berjalan, seiring zaman berganti ternyata umat manu...