Langsung ke konten utama

Gelora Kebajikan dalam Peradaban Islam




Wildan Taufiqur Rahman.
(Pengamat Sejarah Islam)
...


Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran  ( QS . An - Nahl (16) : 90) .


...


Islam adalah agama penuh akhlak, Islam dalam ikatan supranatural juga mengayomi lingkup- lingkup sosial. Islam memberikan definisi baru bagi sosok manusia agar mampu menjadi makhluk sosial yang penuh keadilan dan kebajikan.


Keadilan disini melingkupi sesama muslim maupun yang bukan muslim. Kebajikan disini meliputi kepatuhan pada orang tua, kesabaran dalam bekerja, kebaikan dalam berkata, kecintaan pada sesama manusia, ketaatan pada lalu lintas, hingga mendoakan guru yang mengajar kita.


Islam hadir dalam hidup kita, untuk menjadi cahaya dan tongkat kebajikan dalam berakhlak. Maka bersyukurlah saat Islam telah menjadi bagian dari hidup kita.
...


Dalam sejarah , kita bisa melihat sosok yang sepanjang masa akan menjadi tauladan hidup seluruh umat manusia yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Kita bisa menyaksikan saat peristiwa Fathu Makkah, saat itu 10 ribu pasukan umat muslim datang ke Makkah, hingga membuat orang-orang kafir di Makkah ketakutan dan bingung harus berbuat apa.


Lalu apa yang terjadi ? Rasulullah membebaskan semuanya. Tak ada orang kafir yang mati , tak ada orang kafir yang disakiti. Semua bisa tetap hidup , dan harta-hartanya tetap utuh. Rasulullah mentauladankan pada kita tentang kebajikan pada sesama manusia.
...


Pada zaman Kekhalifahan Abbasiyah, kita juga bisa menemukan bahwa semangat keilmuan begitu sangat membara. Khalifah Al-Makmun dengan antusias membangun Baitul Hikmah sebagai pusat pengetahuan dan riset, disana tempat berkumpul para penghafal Al Quran, ilmuwan dan penerjemah. Baitul Hikmah di masa itu adalah kiblat ilmu pengetahuan.


Kitab-kitab berbahasa Yunani, Persia , India banyak diterjemahkan sehingga bisa dinikmati khalayak luas. Pada momen bersejarah ini, kita bisa mendapat inspirasi bahwa berpengetahuan adalah bagian dari menara kebajikan. Dengan berpengetahuan bisa melahirkan kebijaksanaan, ketauladan, dan nilai-nilai kebaikan yang akan terus terwariskan.
...


Paragraf sejarah pergerakan Islam di Indonesia juga menceritakan pada kita tentang karakter kepemimpinan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto yang dengan bersungguh- sungguh memperjuangkan kemerdekaan pribumi dari penindasan Pemerintah Belanda. HOS Cokroaminoto dengan Sarekat Islamnya mampu mengajak jutaan masyarakat pribumi untuk bergabung bersamanya dalam gerakan melawan kejahatan Belanda. HOS Cokroaminoto adalah simbol kebajikan bagi rakyatnya, dan perlawanan adalah bagian dari jalan kebajikan untuk menegakkan kebenaran dan menumbangkan kebatilan.

...

Islam adalah sumber keberkahan, dan kebajikan adalah bagian dari sayap- sayap keberkahan. Dari narasi sejarah diatas kita bisa menemukan banyak pelajaran bahwa kebajikan itu terwujud dalam banyak rupa, mulai dari kebajikan sosial, kebajikan pengetahuan dan kebajikan dalam arus kekuasaan .



Teruslah berbuat kebajikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Hadirnya Islam dalam Masyarakat Nusantara (03)

Peran Ulama dalam Gerakan Pendidikan Islam                Hadirnya para pedagang muslim di Nusantara ikut banyak memberikan kontribusi terhadap perkembangan dakwah yang ada, perkampungan muslim menjadi banyak terbentuk di berbagai daerah. Selain pedagang, pihak yang turut memberikan dorongan besar terhadap kuatnya gelombang dakwah Islam adalah kalangan Ulama. Karena adanya para Ulama, pendidikan keislaman bisa diselenggarakan sehingga masyarakat mampu memahami secara benar   terkait agama Islam yang penuh rahmat.Tome Pires dalam catatannya menjelaskan bahwa para mullah ikut menyertai para pedagang yang datang ke beberapa pelabuhan di Malaka, Jawa, dan lainnya. Tome Pires juga menyebutkan tentang penguasa-penguasa Jawa di pesisir pantai telah menjadi Muslim. Dia juga mengatakan bahwa disana telah banyak para pedagang    yang berasal dari Persia, Arab, Gujarat, Bengali, Melayu dan kebangsaan lainnya. Mereka berhasi...

Dunia Para Wali dalam Manuskrip Jawa

              Pada suatu hari   seekor burung elang terbang di atas majelis Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Burung itu berkicau dengan kuatnya sehingga mengganggu hadirin. Syekh Abdul Qodir Al Jailani pun berkata, “ Wahai angin, ambil kepala burung itu..”. Maka burung itu pun terjatuh ke tanah, kepalanya terpisah dari tubuhnya. Setelah peristiwa itu Syekh Abdul Qodir Al Jailani turun dari atas kursinya, lantas mengambil bangkai burung tadi dan mengusap-ngusapnya dengan mengucapkan “bismillahir rahmanir rahim…” . Maka seketika itu burung tersebut hidup kembali.             Berangkat dari untaian kisah diatas maka kita bisa sama-sama mengetahui tentang adanya kejadian-kejadian yang bernuasa spiritual   hingga akar intelektual kita seringkali tak mampu menguliti apa yang sebenarnya terjadi, dan kisah diatas sangatlah berkaitan erat dengan dunia para wal...
Nabi Nuh dalam Al Quran dan Taurat                 Di atas bumi , dengan cakrawala langit dan daratannya yang membentang luas. Nabi Adam As berdiri tegar sebagai nabi pertama sekaligus bapak seluruh manusia , Nabi Adam As mempunyai tekad yang besar untuk terus mendakwahkan Islam kepada keturunannya, dijelaskan dalam hadits dari Abu Dzar Ra, bahwa dirinya bertanya kepada   Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “ Berapa jarak waktu antara Adam dan Nuh ?, Nabi menjawab, Sepuluh generasi..” . Ibnu Abbas Ra juga ikut menyatakan bahwa, “Antara Adam dan Nuh terpaut sepuluh generasi. Mereka semua berpegang teguh pada Islam..”. Nabi-nabi yang datang selalu mewasiatkan kepada para penerusnya untuk selalu beriman dan bertauhid kepada Allah ‘Azza wa Jalla.                 Seiring waktu berjalan, seiring zaman berganti ternyata umat manu...